Tujuan Proyek
Tezos (XTZ) adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai “self‑amending crypto‑ledger”: protokol yang bisa meng‑upgrade dirinya sendiri lewat on‑chain governance tanpa hard fork, dengan konsensus Liquid Proof‑of‑Stake (LPoS) yang hemat energi dan fokus pada keamanan formal untuk smart contract. Whitepaper Tezos mendeskripsikan proyek ini sebagai blockchain yang memecahkan dua masalah utama: governance off‑chain yang kacau (hard fork) dan keamanan smart contract yang lemah. Tujuan utamanya:
- Menciptakan blockchain yang bisa mengamandemen dirinya sendiri (self‑amending) melalui voting on‑chain, sehingga upgrade protokol dilakukan secara terkoordinasi tanpa memecah komunitas menjadi dua chain.
- Menyediakan platform smart contract yang aman dengan dukungan bahasa kontrak yang bisa diformalisasi (Michelson, LIGO, dsb.), sehingga bug/kerentanan dapat diminimalkan lewat verifikasi formal. Secara strategis, Tezos ingin menjadi L1 umum untuk keuangan terdesentralisasi, NFT/art, dan aplikasi enterprise dengan governance yang kuat dan risiko fork minimal.
Produk / Layanan
Tezos Blockchain (Layer 1)
- Konsensus Liquid Proof‑of‑Stake (LPoS):
Tezos menggunakan varian PoS di mana pemegang XTZ dapat “delegate” stake ke validator (disebut “baker”) tanpa mengunci token di smart contract pihak ketiga. Baker mengamankan jaringan dan memproduksi blok, delegator mendapat bagian reward.
- Self‑amending protocol: Protokol dapat di‑upgrade melalui proposal & voting on‑chain (pasca beberapa voting period), sehingga fitur baru, parameter ekonomi, dan perbaikan dapat masuk mainnet tanpa fork. Smart Contract & dApps
- Smart contract Michelson/WASM: Kontrak ditulis dalam Michelson (bahasa low‑level yang bisa diverifikasi) dan berbagai bahasa tingkat tinggi yang dikompilasi ke Michelson (LIGO, SmartPy, Archetype, dsb.).
- dApps ekosistem: Tezos mendukung DeFi (DEX, lending, yield farming), NFT (seni digital, koleksi), dan proyek enterprise (misal tokenisasi aset, kemitraan brand global di masa lalu). Fitur lain
- Account dengan fungsi delegasi native, multi‑signature, dan permission fleksibel.
- Fokus kuat pada efisiensi energi (PoS) dan keberlanjutan, yang menjadi selling point bagi institusi.
Tokenomics
Token XTZ
Nama token: XTZ (tez / tezzie).
Fungsi utama: Staking (baking/delegating), governance voting, gas fee, dan unit of account di ekosistem. Supply & Market Data (±Des 2025)
Total supply: ~988 juta XTZ (bertambah seiring inflasi PoS).
Circulating supply: ±953 juta XTZ (sebagian besar sudah beredar).
Market cap: sekitar 640–700 juta USD (harga di kisaran 0,65–0,75 USD/XTZ; peringkat ±#80–90 global). Emisi & inflasi
Tezos memiliki inflasi PoS sekitar 4–5% per tahun (angka bisa berubah lewat governance) yang dialokasikan sebagai reward untuk baker & delegator, serta digunakan untuk keamanan jaringan.
Karena Tezos bisa mengubah parameter protokol lewat voting, model inflasi bisa disesuaikan jika komunitas menghendaki. Distribusi awal
Tezos melakukan ICO 2017 yang mengumpulkan ±$232 juta, dengan alokasi token ke:
Investor ICO,
Tezos Foundation,
Dynamic Ledger Solutions (perusahaan pendiri),
Grants & pengembangan. Distribusi awal sempat menuai kontroversi hukum di Swiss & AS, namun secara teknis supply on‑chain kini relatif tersebar di antara holder & baker.
Underlying Asset
XTZ adalah utility & governance token untuk Tezos Network: Fungsi utama:
Gas fee: Membayar biaya eksekusi transaksi & smart contract.
Staking (baking & delegasi):
Baker mengunci XTZ (dioperasikan pada node) untuk memproduksi blok & mengamankan jaringan.
Delegator “mendelegasikan” XTZ ke baker untuk ikut serta dalam security & mendapat bagian reward.
Governance: XTZ dipakai dalam voting proposal protokol (amandemen).
Ekosistem: Digunakan dalam DeFi (collateral, LP), NFT marketplace, dan aplikasi lain. XTZ tidak didukung emas, fiat, atau aset fisik, dan tidak memberikan klaim ekuitas/hak residual atas laba Tezos Foundation atau entitas lain. Nilainya murni pasar + utilitas jaringan.
Trading Mekanisme
Di level protokol
- Tezos hanya menyediakan:
- Konsensus PoS (baking/delegating),
- Smart contract & transaksi on‑chain,
- On‑chain governance.
- Tidak menyediakan margin/leverage/futures di level base layer. Di bursa
- CEX besar: XTZ diperdagangkan di Binance, Coinbase, Kraken, OKX, KuCoin, Gate, dsb., dengan pasangan XTZ/USDT, XTZ/USD, XTZ/BTC.
- Volume harian: puluhan juta USD.
- Futures: Beberapa CEX menawarkan perpetual futures XTZ dengan leverage (XTZUSDT‑PERP, dll.). Dari sisi syariah:
- Spot trading XTZ = jual‑beli aset digital, umumnya diperbolehkan.
- Margin/futures XTZ yang melibatkan pinjaman berbunga & funding rate masuk area riba & maisir → sebaiknya dihindari.
Gharar / Spekulasi
Transparansi struktural
- Whitepaper & dokumentasi Tezos menjelaskan:
- Mekanisme LPoS,
- Self‑amendment dan governance,
Tim & Governance
Tim & lembaga utama
Tezos diprakarsai oleh Arthur & Kathleen Breitman, dengan pengembangan & pendanaan di bawah Tezos Foundation (berbasis di Swiss) dan berbagai entitas pengembang (Nomadic Labs, Trilitech, dsb.).
Tezos Foundation mengelola treasury besar yang digunakan untuk R&D, grants, dan pengembangan ekosistem. Governance on‑chain
Proses self‑amendment:
Pengembang mengajukan proposal (amendment) ke chain.
Proposal melewati beberapa voting period (exploration, testing, promotion).
Jika disetujui mayoritas stake, upgrade diaktifkan tanpa hard fork.
Peran baker & delegator:
Baker memiliki voting power besar karena mereka mengakumulasi stake (sendiri atau dari delegator).
Delegator secara tidak langsung mempengaruhi governance dengan memilih baker yang mewakili opsi mereka. Risiko governance:
Konsentrasi stake di beberapa baker/exchange dapat memberi mereka pengaruh besar.
Namun, proses governance cukup transparan dan terdokumentasi di chain.
Kesimpulan
Secara fikih kontemporer, Tezos (XTZ) Penilaian lembaga
| Sumber | Status |
|---|---|
| Sharlife | Halal ✅ |
| Cryptoummah | Halal ✅ |
| islamicfinanceguru | Halal ✅ |
| Crypto Islam | Halal ✅ |