← Kembali ke Screening Coin

#148 · NEO

Neo

Status screening

Haram

NEO adalah blockchain Layer 1 yang dulu dikenal sebagai “Ethereum‑nya Tiongkok”, dirancang sebagai platform smart contract & digital asset dengan fokus pada digital identity, regulasi, dan ekonomi pintar (“smart economy”). Whitepaper NEO...

Harga$1.67
Market cap$118.07M
Dominasi pasar0.01%
Supply beredar70.54M
Supply maksimum
Perubahan 24 jam-0.99%
Dalam analisis

Tujuan Proyek

NEO adalah blockchain Layer 1 yang dulu dikenal sebagai “Ethereum‑nya Tiongkok”, dirancang sebagai platform smart contract & digital asset dengan fokus pada digital identity, regulasi, dan ekonomi pintar (“smart economy”). Whitepaper NEO (sebelumnya Antshares) menjelaskan tujuan membangun “smart economy” dengan menggabungkan:

  • Digital assets: Representasi kepemilikan aset di blockchain.
  • Digital identity: Identitas yang dapat diverifikasi (on‑chain) sesuai regulasi.
  • Smart contracts: Proses bisnis otomatis yang dapat diprogram. NEO bertujuan menyediakan infrastruktur bagi ekonomi digital yang compliant regulasi, termasuk tokenisasi aset riil, layanan keuangan, dan aplikasi enterprise, khususnya di ekosistem Tiongkok/Asia. Dengan peralihan ke NEO 3.0, proyek menekankan skalabilitas, UX developer lebih baik, dan dukungan untuk DeFi & aset lintas chain.

Produk / Layanan

NEO Blockchain (Layer 1)

  • Smart contract platform:
  • Mendukung beberapa bahasa pemrograman populer (C#, Python,

Go, dsb.) melalui kompiler ke NeoVM.

  • Menyediakan API & SDK untuk membangun dApps (DeFi, NFT, game, dll.).
  • Digital assets & identity:
  • Memungkinkan penerbitan token (NEP‑5, NEP‑17) dan pengelolaan aset digital dengan fitur compliance (KYC/AML via digital identity). NeoVM & NeoFS
  • NeoVM: Mesin virtual ringan & modular, mendukung eksekusi smart contract dengan deterministik dan efisien.
  • NeoFS: Sistem file storage terdistribusi yang terintegrasi untuk menyimpan data off‑chain dengan referensi on‑chain. Ekosistem dApps
  • DeFi: DEX, lending protocol, liquidity pools.
  • NFT & gaming: Marketplace & game on‑chain.
  • Enterprise & tokenisasi: Proyek pilot untuk digital securities & aset riil. NEO berfungsi sebagai platform infrastruktur, bukan token meme atau token utilitas tunggal.

Tokenomics

NEO menggunakan model dual‑token: NEO & GAS. NEO

  • Fungsi: Governance token & kepemilikan “saham” atas jaringan.
  • Total supply: 100 juta NEO (fix ed).
  • Tidak bisa dipecah: Unit terkecil 1 NEO (tidak ada desimal), meskipun di

bursa biasanya ada pecahan via pembukuan internal.

  • Utility:
  • Voting konsensus node.
  • Menentukan arah protokol & parameter.
  • Hak menerima GAS (secara historis, memegang NEO menghasilkan GAS; mekanisme baru Neo 3.0 menggunakan model distribusi berbeda, tapi prinsipnya NEO tetap terkait erat dengan GAS). GAS
  • Fungsi: Operational token (gas fee).
  • Total supply maksimum: 100 juta GAS (dicetak seiring blok dan menurun emisinya sampai batas).
  • Digunakan untuk:
  • Membayar biaya transaksi & eksekusi smart contract.
  • Insentif konsensus node. Data pasar (Des 2025, NEO)
  • Circulating supply: ±70–75 juta NEO.
  • Harga: sekitar 12–15 USD per NEO.
  • Market cap: sekitar 900 juta–1,1 miliar USD (peringkat ±#60–80 global). Aliran nilai:
  • NEO → hak governance & claim ekonomi atas GAS.
  • GAS → dibayar untuk penggunaan jaringan.

Underlying Asset

NEO:

  • Adalah governance & “ownership‑like” token:

  • Tidak mewakili saham perusahaan, tetapi secara ekonomi menyerupai hak atas sebagian pendapatan jaringan (via GAS & insentif).

  • Tidak didukung emas/fiat; nilainya pasar + utilitas governance. GAS:

  • Utility token untuk gas fee & reward consensus node.

  • Nilainya mencerminkan permintaan penggunaan jaringan dan ketersediaan supply. Tidak ada klaim langsung atas aset fisik atau pendapatan pasti; keduanya adalah aset digital non‑productive yang dapat digunakan dalam aktivitas jaringan (gas, voting, collateral di DeFi, dsb.).

Trading Mekanisme

Di level protokol

  • NEO Network hanya mengatur:

  • Konsensus (dBFT),

  • Eksekusi smart contract,

  • Distribusi GAS,

  • Voting node & governance.

  • Tidak ada fungsi margin/leverage native. Di bursa

  • NEO diperdagangkan di Binance, OKX, KuCoin, Gate, dan CEX lain dalam pair NEO/USDT, NEO/BTC, dsb.

  • Volume harian puluhan juta USD, meski tidak sebesar puncak 2017–2018.

  • Futures/perpetual NEO dengan leverage disediakan beberapa CEX.

  • GAS juga diperdagangkan, tapi volume & kapitalisasi jauh lebih kecil. Implikasi syariah:

  • Spot trading NEO = jual‑beli aset digital → umumnya boleh.

  • Margin/futures NEO = melibatkan pinjaman berbunga & derivatif non‑delivery → riba & maisir → harus dihindari.

Gharar / Spekulasi

Transparansi struktural

  • Whitepaper & dokumentasi NEO menjelaskan dengan detail:
  • Dual token model,
  • Konsensus dBFT,

Tim & Governance

Tim & organisasi

  • NEO awalnya dikembangkan oleh Da Hongfei dan tim OnChain, berbasis di Tiongkok, dengan visi smart economy & regulasi‑friendly.

  • Saat ini, pengembangan dilakukan oleh beberapa entitas (Neo Foundation, Neo Global Development, komunitas dev) yang mengelola:

  • Core protocol,

  • Ekosistem dApps & partnership. Governance

  • dBFT (delegated Byzantine Fault Tolerance):

  • Konsensus dicapai oleh sejumlah consensus nodes yang dipilih melalui voting NEO holders.

  • Nodes ini menjalankan protokol, memvalidasi transaksi, dan menghasilkan blok.

  • On‑chain governance:

  • Pemegang NEO dapat voting untuk memilih/de‑select consensus nodes dan keputusan parameter jaringan. Risiko governance:

  • Konsentrasi NEO di tangan beberapa whale/exchange dapat berarti pengaruh besar dalam pemilihan konsensus node.

  • Namun, governance relatif transparan dan terdokumentasi.

Kesimpulan

Secara fikih kontemporer, Neo (NEO) Penilaian lembaga

Sumber Status
Sharlife Unavailable
Cryptoummah Halal ✅
islamicfinanceguru Halal ✅
Crypto Islam Haram ❌