← Kembali ke Screening Coin

#135 · IOTA

IOTA

Status screening

Halal

IOTA adalah jaringan Distributed Ledger Technology (DLT) tanpa blockchain tradisional yang menggunakan struktur Tangle (Directed Acyclic Graph/DAG) untuk memproses transaksi paralel, dengan tujuan menjadi infrastruktur data & nilai untuk...

Harga$0.03
Market cap$146.94M
Dominasi pasar0.01%
Supply beredar4.59B
Supply maksimum
Perubahan 24 jam-2.46%
Dalam analisis

Tujuan Proyek

IOTA adalah jaringan Distributed Ledger Technology (DLT) tanpa blockchain tradisional yang menggunakan struktur Tangle (Directed Acyclic Graph/DAG) untuk memproses transaksi paralel, dengan tujuan menjadi infrastruktur data & nilai untuk Internet of Things (IoT), Web3, dan use case industri. Whitepaper “The Tangle” menjelaskan bahwa IOTA dirancang khusus untuk IoT & machine‑to‑machine (M2M) economy, dengan fokus pada:

  • Skalabilitas & biaya nol: Blockchain tradisional dengan blok linear dan fee tinggi dianggap tidak cocok untuk miliaran perangkat IoT yang mengirim transaksi kecil; Tangle memungkinkan transaksi tanpa fee atau sangat rendah dan throughput yang meningkat saat jaringan makin ramai.
  • Desentralisasi & efisiensi: Dengan struktur DAG, setiap transaksi baru mengkonfirmasi dua transaksi sebelumnya, menggantikan peran miner dan menghasilkan konsensus yang makin kuat seiring bertambahnya transaksi. Secara strategis, IOTA ingin menjadi lapisan infrastruktur data & pembayaran untuk:
  • IoT (sensor, kendaraan, smart cities).
  • Web3 & data economy (data marketplace).
  • Use case industri di Eropa & Timur Tengah (logistik, energi, verifikasi halal, dsb.).

Produk / Layanan

a) Tangle & IOTA 2.0

  • Tangle (DAG DLT):

  • Setiap transaksi adalah node dalam DAG yang harus mereferensikan & mengkonfirmasi dua transaksi lain.

  • Tidak ada blok besar & miner; ledger berkembang sebagai graf transaksi yang saling mengkonfirmasi.

  • IOTA 2.0 (Coordicide):

  • Versi baru menghapus “Coordinator” terpusat dan menggantinya dengan konsensus penuh terdesentralisasi:

  • Modul konsensus DAG,

  • Ledger state,

  • Modul anti‑spam,

  • Smart contract layer.

  • Tujuannya: skalabilitas, desentralisasi penuh, feeless tx, dan dukungan smart contract untuk ekosistem yang lebih luas. b) Smart Contracts & dApps

  • IOTA Smart Contracts (ISC):

  • Layer smart contract yang berjalan di atas Tangle, mendukung EVM & WASM chain kecil (“smart contract chains”) yang di‑anchored ke Tangle untuk finalitas & data.

  • Ini memungkinkan DeFi, NFT, dan dApps lain dengan interoperabilitas multi‑VM. c) Data & IoT Services

  • IOTA digunakan untuk:

  • Data integrity & notarization: Menulis hash data sensor ke Tangle untuk audit trail & keaslian data.

  • Micropayments M2M: Kendaraan membayar tol, charging, atau data real‑time secara otomatis tanpa fee besar.

  • Proyek industri: Sertifikasi halal, supply chain, smart cities, dan use case regulasi di MENA/ADGM. Secara ringkas, IOTA adalah DLT khusus IoT/Web3 dengan Tangle sebagai struktur utamanya, ditambah smart contract & integrasi industri.

Tokenomics

Token IOTA

  • Nama token: IOTA (ticker IOTA/MIOTA di banyak bursa).
  • Fungsi: gas/fee (sangat rendah), staking/komite di IOTA 2.0, dan aset utilitas untuk membayar/insentif di aplikasi IOTA. Supply & pasar (Des 2025)
  • Total supply maksimum: 4,6 miliar IOTA.
  • Circulating supply: ±3,29 miliar IOTA.
  • Market cap: sekitar 1,1–1,3 miliar USD (harga sekitar $0,33–0,40 per IOTA; peringkat ±#65–75 global). Distribusi & emisi
  • IOTA tidak inflasioner: total supply tetap (fixed) sejak awal; tidak ada mining baru yang menambah supply.
  • Token awal didistribusikan melalui crowdsale & alokasi ke IOTA Foundation/ekosistem. Utility ekonomi
  • Pembayaran & transfer nilai: untuk micropayments IoT & Web3.
  • Fee anti‑spam: meski banyak transaksi praktis tanpa fee, IOTA menyertakan mekanisme fee atau proof‑of‑work minimal untuk mencegah spam; di IOTA 2.0 model ini diperbarui.
  • Staking & governance (IOTA 2.0): peran token dalam memilih validator/komite, memvalidasi transaksi, dan mendapatkan reward/imbalan partisipasi (detail teknis di whitepaper tokenomics). Tidak ada janji profit tetap; nilai IOTA murni hasil interaksi supply–demand & utilitas jaringan.

Underlying Asset

IOTA adalah utility & protocol token untuk jaringan Tangle:

  • Tidak didukung emas, fiat, atau aset fisik.

  • Tidak memberikan hak ekuitas atau klaim langsung atas laba IOTA Foundation atau proyek tertentu.

  • Nilainya timbul dari:

  • Permintaan sebagai medium of exchange & fee dalam aplikasi IoT/Web3.

  • Peran dalam konsensus & security IOTA 2.0.

  • Network effect & integrasi industri (termasuk sertifikasi halal, proyek di ADGM & MENA). Dari perspektif fikih, IOTA diklasifikasikan sebagai māl (harta) digital dengan fungsi utilitas, tidak berbeda secara prinsip dari token infrastruktur lain seperti BTC/ETH/ADA dalam hal jenis aset.

Trading Mekanisme

Di level protokol

  • Protokol IOTA hanya mengatur:

  • Pencatatan & konfirmasi transaksi pada Tangle,

  • Mekanisme konsensus (PoS‑like di IOTA 2.0),

  • Smart contract & ledger.

  • Tidak ada fitur margin, leverage, atau derivatif di base layer. Di bursa

  • CEX: IOTA diperdagangkan di Binance, Bitfinex, KuCoin, Gate, dan sejumlah bursa besar lain, dengan pair IOTA/USDT, IOTA/USD, IOTA/BTC, dsb.

  • Volume harian: puluhan hingga ratusan juta USD, bergantung siklus pasar.

  • Beberapa CEX menyediakan perpetual futures IOTA dengan leverage. Implikasi syariah:

  • Spot trading IOTA (beli‑jual langsung, tanpa leverage) = jual beli aset digital → secara umum dapat dianggap boleh.

  • Margin/futures IOTA = biasanya melibatkan pinjaman berbunga & kontrak derivatif non‑delivery → sangat dekat dengan riba & maisir → harus dihindari.

Gharar / Spekulasi

Transparansi struktural

  • Whitepaper “The Tangle” & whitepaper teknis/tokenomics 2023–2024 menjelaskan:
  • Struktur DAG,
  • Konsensus IOTA 2.0,

Tim & Governance

Tim & organisasi

  • IOTA dikembangkan oleh IOTA Foundation, organisasi nirlaba berbasis di Jerman, dengan tim peneliti & developer di bidang DLT, kriptografi, dan IoT.
  • Foundation bekerja sama dengan universitas, perusahaan industri, dan regulator (termasuk ADGM di Abu Dhabi) untuk use case industri & regulasi. Governance
  • Governance IOTA ber-evolusi seiring IOTA 2.0:
  • Dari model awal dengan Coordinator terpusat → menuju konsensus terdistribusi.
  • Smart contract & chain kecil memberi ruang governance modular di atas Tangle.
  • IOTA Foundation memegang peran signifikan dalam roadmap & keputusan teknis, meski arah proyek semakin melibatkan komunitas & mitra industri. Dari sudut syariah/etika:
  • Struktur foundation yang nirlaba dan fokus riset sering dipandang positif (mirip Ethereum Foundation).
  • Penting tetap memantau:
  • Transparansi penggunaan treasury,
  • Derajat desentralisasi aktual setelah IOTA 2.0.

Kesimpulan

Secara fikih kontemporer, IOTA (IOTA) Sertifikasi resmi

Sumber Status
Sharlife Halal ✅
Cryptoummah Halal ✅
islamicfinanceguru Halal ✅
Crypto Islam Halal ✅