Tujuan Proyek
IOTA adalah jaringan Distributed Ledger Technology (DLT) tanpa blockchain tradisional yang menggunakan struktur Tangle (Directed Acyclic Graph/DAG) untuk memproses transaksi paralel, dengan tujuan menjadi infrastruktur data & nilai untuk Internet of Things (IoT), Web3, dan use case industri. Whitepaper “The Tangle” menjelaskan bahwa IOTA dirancang khusus untuk IoT & machine‑to‑machine (M2M) economy, dengan fokus pada:
- Skalabilitas & biaya nol: Blockchain tradisional dengan blok linear dan fee tinggi dianggap tidak cocok untuk miliaran perangkat IoT yang mengirim transaksi kecil; Tangle memungkinkan transaksi tanpa fee atau sangat rendah dan throughput yang meningkat saat jaringan makin ramai.
- Desentralisasi & efisiensi: Dengan struktur DAG, setiap transaksi baru mengkonfirmasi dua transaksi sebelumnya, menggantikan peran miner dan menghasilkan konsensus yang makin kuat seiring bertambahnya transaksi. Secara strategis, IOTA ingin menjadi lapisan infrastruktur data & pembayaran untuk:
- IoT (sensor, kendaraan, smart cities).
- Web3 & data economy (data marketplace).
- Use case industri di Eropa & Timur Tengah (logistik, energi, verifikasi halal, dsb.).
Produk / Layanan
a) Tangle & IOTA 2.0
Tangle (DAG DLT):
Setiap transaksi adalah node dalam DAG yang harus mereferensikan & mengkonfirmasi dua transaksi lain.
Tidak ada blok besar & miner; ledger berkembang sebagai graf transaksi yang saling mengkonfirmasi.
IOTA 2.0 (Coordicide):
Versi baru menghapus “Coordinator” terpusat dan menggantinya dengan konsensus penuh terdesentralisasi:
Modul konsensus DAG,
Ledger state,
Modul anti‑spam,
Smart contract layer.
Tujuannya: skalabilitas, desentralisasi penuh, feeless tx, dan dukungan smart contract untuk ekosistem yang lebih luas. b) Smart Contracts & dApps
IOTA Smart Contracts (ISC):
Layer smart contract yang berjalan di atas Tangle, mendukung EVM & WASM chain kecil (“smart contract chains”) yang di‑anchored ke Tangle untuk finalitas & data.
Ini memungkinkan DeFi, NFT, dan dApps lain dengan interoperabilitas multi‑VM. c) Data & IoT Services
IOTA digunakan untuk:
Data integrity & notarization: Menulis hash data sensor ke Tangle untuk audit trail & keaslian data.
Micropayments M2M: Kendaraan membayar tol, charging, atau data real‑time secara otomatis tanpa fee besar.
Proyek industri: Sertifikasi halal, supply chain, smart cities, dan use case regulasi di MENA/ADGM. Secara ringkas, IOTA adalah DLT khusus IoT/Web3 dengan Tangle sebagai struktur utamanya, ditambah smart contract & integrasi industri.
Tokenomics
Token IOTA
- Nama token: IOTA (ticker IOTA/MIOTA di banyak bursa).
- Fungsi: gas/fee (sangat rendah), staking/komite di IOTA 2.0, dan aset utilitas untuk membayar/insentif di aplikasi IOTA. Supply & pasar (Des 2025)
- Total supply maksimum: 4,6 miliar IOTA.
- Circulating supply: ±3,29 miliar IOTA.
- Market cap: sekitar 1,1–1,3 miliar USD (harga sekitar $0,33–0,40 per IOTA; peringkat ±#65–75 global). Distribusi & emisi
- IOTA tidak inflasioner: total supply tetap (fixed) sejak awal; tidak ada mining baru yang menambah supply.
- Token awal didistribusikan melalui crowdsale & alokasi ke IOTA Foundation/ekosistem. Utility ekonomi
- Pembayaran & transfer nilai: untuk micropayments IoT & Web3.
- Fee anti‑spam: meski banyak transaksi praktis tanpa fee, IOTA menyertakan mekanisme fee atau proof‑of‑work minimal untuk mencegah spam; di IOTA 2.0 model ini diperbarui.
- Staking & governance (IOTA 2.0): peran token dalam memilih validator/komite, memvalidasi transaksi, dan mendapatkan reward/imbalan partisipasi (detail teknis di whitepaper tokenomics). Tidak ada janji profit tetap; nilai IOTA murni hasil interaksi supply–demand & utilitas jaringan.
Underlying Asset
IOTA adalah utility & protocol token untuk jaringan Tangle:
Tidak didukung emas, fiat, atau aset fisik.
Tidak memberikan hak ekuitas atau klaim langsung atas laba IOTA Foundation atau proyek tertentu.
Nilainya timbul dari:
Permintaan sebagai medium of exchange & fee dalam aplikasi IoT/Web3.
Peran dalam konsensus & security IOTA 2.0.
Network effect & integrasi industri (termasuk sertifikasi halal, proyek di ADGM & MENA). Dari perspektif fikih, IOTA diklasifikasikan sebagai māl (harta) digital dengan fungsi utilitas, tidak berbeda secara prinsip dari token infrastruktur lain seperti BTC/ETH/ADA dalam hal jenis aset.
Trading Mekanisme
Di level protokol
Protokol IOTA hanya mengatur:
Pencatatan & konfirmasi transaksi pada Tangle,
Mekanisme konsensus (PoS‑like di IOTA 2.0),
Smart contract & ledger.
Tidak ada fitur margin, leverage, atau derivatif di base layer. Di bursa
CEX: IOTA diperdagangkan di Binance, Bitfinex, KuCoin, Gate, dan sejumlah bursa besar lain, dengan pair IOTA/USDT, IOTA/USD, IOTA/BTC, dsb.
Volume harian: puluhan hingga ratusan juta USD, bergantung siklus pasar.
Beberapa CEX menyediakan perpetual futures IOTA dengan leverage. Implikasi syariah:
Spot trading IOTA (beli‑jual langsung, tanpa leverage) = jual beli aset digital → secara umum dapat dianggap boleh.
Margin/futures IOTA = biasanya melibatkan pinjaman berbunga & kontrak derivatif non‑delivery → sangat dekat dengan riba & maisir → harus dihindari.
Gharar / Spekulasi
Transparansi struktural
- Whitepaper “The Tangle” & whitepaper teknis/tokenomics 2023–2024 menjelaskan:
- Struktur DAG,
- Konsensus IOTA 2.0,
Tim & Governance
Tim & organisasi
- IOTA dikembangkan oleh IOTA Foundation, organisasi nirlaba berbasis di Jerman, dengan tim peneliti & developer di bidang DLT, kriptografi, dan IoT.
- Foundation bekerja sama dengan universitas, perusahaan industri, dan regulator (termasuk ADGM di Abu Dhabi) untuk use case industri & regulasi. Governance
- Governance IOTA ber-evolusi seiring IOTA 2.0:
- Dari model awal dengan Coordinator terpusat → menuju konsensus terdistribusi.
- Smart contract & chain kecil memberi ruang governance modular di atas Tangle.
- IOTA Foundation memegang peran signifikan dalam roadmap & keputusan teknis, meski arah proyek semakin melibatkan komunitas & mitra industri. Dari sudut syariah/etika:
- Struktur foundation yang nirlaba dan fokus riset sering dipandang positif (mirip Ethereum Foundation).
- Penting tetap memantau:
- Transparansi penggunaan treasury,
- Derajat desentralisasi aktual setelah IOTA 2.0.
Kesimpulan
Secara fikih kontemporer, IOTA (IOTA) Sertifikasi resmi
| Sumber | Status |
|---|---|
| Sharlife | Halal ✅ |
| Cryptoummah | Halal ✅ |
| islamicfinanceguru | Halal ✅ |
| Crypto Islam | Halal ✅ |