Tujuan Proyek
FTT (FTX Token) [finance:FTT] adalah token utilitas untuk ekosistem FTX, sebuah CEX derivatif kripto (futures, leveraged tokens, OTC) yang sudah bangkrut pada November 2022 setelah skandal Sam Bankman-Fried (SBF), dengan harga token jatuh hampir nol dan likuiditas memudar. Whitepaper FTT (2019) mendeskripsikan FTT sebagai exchange utility token untuk FTX, sebuah platform derivatif kripto yang menawarkan futures, leveraged tokens, OTC trading, dan spot trading dengan fitur seperti fee discount, collateral, dan governance. Tujuan utamanya:
- Memberi diskon trading fee (hingga 100% untuk maker/taker tertentu) bagi pemegang FTT.
- Berfungsi sebagai collateral untuk posisi futures & margin di FTX.
- Memungkinkan governance (voting fitur, listing, dll.) dan akses OTC premium.
- Buyback & burn dari fee trading untuk menciptakan deflasi dan nilai tambah bagi holder. FTX memposisikan diri sebagai “Binance of derivatives” dengan FTT sebagai iO U (IOU) untuk ekosistemnya. Namun, setelah bangkrut 2022 (FTX Trading Ltd Chapter 11), FTT kehilangan semua utilitasnya karena exchange tutup, dan token kini hanya diperdagangkan sebagai aset spekulatif/residual di beberapa bursa.
Produk / Layanan
FTT dirancang untuk ekosistem FTX (sudah tidak ada): Utilitas FTT (pra‑bangkrut)
- Trading fee discount:
- Holder FTT mendapat rebate hingga 100% pada fee maker/taker.
- Semakin banyak FTT dipegang, semakin besar diskon.
- Collateral untuk leverage:
- FTT bisa digunakan sebagai margin untuk futures, perpetual, dan leveraged tokens di FTX.
- Memberi akses ke posisi berleverage tinggi (hingga 100x).
- OTC & white label:
- Akses OTC premium dan white label solution untuk institusi.
- Buyback & burn:
- 50% dari fee FTX dibelanjakan untuk membeli FTT dari pasar dan membakarnya, mengurangi supply. Status saat ini (pasca‑bangkrut)
- Tidak ada utilitas riil: FTX tutup, semua fitur hilang.
- FTT kini hanya diperdagangkan sebagai aset spekulatif di beberapa CEX (KuCoin, Gate, dll.) dengan harga sangat rendah (~$0,5–0,6 USD, turun 99%+ dari ATH).
- Restructuring: FTT holder masih menunggu klaim dari proses bangkrut FTX (Chapter 11), tapi pemulihan kemungkinan minimal (<10% nilai awal). Singkatnya: FTT adalah “exchange token mati” tanpa ekosistem atau fungsi.
Tokenomics
Supply & distribusi
Total supply awal: 1 miliar FTT (ERC‑ 20 di Ethereum).
Circulating supply saat ini: ±271 juta FTT (sisanya dibakar atau hilang).
Market cap: ~$140–170 juta USD (harga ~$0,5–0,6 USD/FTT; peringkat luar top 200). Mekanisme deflasi (pra‑bangkrut):
Buyback & burn: 50% fee FTX dibelanjakan untuk membeli & membakar FTT.
Ini dirancang untuk mengurangi supply dan meningkatkan nilai holder. Status 2025:
Tidak ada buyback lagi (FTX bangkrut).
Supply bisa berubah tergantung hasil klaim Chapter 11 (potensi dilusi atau konversi). Utility saat ini: Nol. FTT hanya aset spekulatif/residual.
Underlying Asset
FTT tidak memiliki underlying riil saat ini:
- Pra‑bangkrut: didukung oleh utilitas FTX (fee discount, collateral, governance).
- Pasca‑bangkrut: tidak ada dukungan – exchange tutup, semua fitur hilang.
- Nilai FTT murni sentimen spekulatif + harapan klaim restructuring (yang kemungkinan kecil). Dari perspektif syariah: FTT kini mirip aset tanpa nilai intrinsik atau “zombie coin”, yang menambah unsur gharar karena masa depannya tidak jelas (klaim bangkrut, potensi delisting).
Trading Mekanisme
Di level protokol: Tidak ada protokol FTX lagi; FTT hanyalah ERC‑ 20 biasa. Di bursa (2025):
CEX terbatas: KuCoin, Gate, MEXC, beberapa exchange kecil; banyak bursa besar (Binance, Coinbase) delist setelah bangkrut.
Volume harian: rendah (<$5–10 juta USD), likuiditas tipis.
Futures: Beberapa CEX masih tawarkan perpetual FTT, tapi volume hampir nol. Implikasi syariah:
Spot trading FTT = jual‑beli aset spekulatif dengan likuiditas rendah & risiko tinggi.
Margin/futures = riba + maisir + gharar ekstrim (likuiditas tipis → slippage besar).
Risiko tambahan: Potensi delisting lengkap atau konversi paksa dari restructuring.
Gharar / Spekulasi
Transparansi (pra‑bangkrut)
- Whitepaper jelas soal fungsi FTT (discount, collateral, buyback).
- Namun, FTX menyembunyikan risiko (leverage ekstrem, kurangnya transparansi balance sheet, konflik kepentingan dengan Alameda Research). Status saat ini
- Gharar tinggi:
- Tidak ada utilitas,
- Klaim bangkrut tidak jelas (timing, recovery rate),
- Likuiditas tipis → sulit keluar posisi besar tanpa slippage ekstrem.
- Spekulasi murni: FTT diperdagangkan berdasarkan harapan “rebound” atau klaim restructuring, mirip judi lotre. Dalam fikih, aset dengan utilitas nol + ketidakpastian masa depan tinggi sangat dekat dengan gharar batil (transaksi tidak sah karena objek tidak jelas).
Tim & Governance
FTX & FTT dipimpin Sam Bankman‑Fried (SBF) & tim Alameda Research:
SBF divonis 25 tahun penjara (2024) atas tuduhan penipuan, pencucian uang, dan pelanggaran sekuritas.
FTX bangkrut dengan liabilitas $8–10 miliar; aset <1 miliar; FTT digunakan untuk “menambal” balance sheet FTX/Alameda. Governance FTT:
Pra‑bangkrut: voting fitur/listing (simbolis).
Saat ini: tidak ada governance efektif; FTX tutup. Dari sudut syariah/etika:
Keterlibatan dengan proyek yang terbukti penipuan menambah dimensi akhlak (bukan hanya struktur kontrak).
Memegang FTT = secara tidak langsung mendukung aset dari exchange bermasalah.
Kesimpulan
Secara fikih kontemporer, FTX token (FTT) Status
| Sumber | Status |
|---|---|
| Sharlife | Syubhat ⚠️ |
| Cryptoummah | Syubhat ⚠️ |
| islamicfinanceguru | Haram ❌ |
| Crypto Islam | Haram ❌ |