← Kembali ke Screening Coin

#58 · ENA

Ethena

Status screening

Haram

Ethena (ENA) adalah token tata kelola untuk protokol Ethena, sebuah sistem “synthetic dollar” (USDe) dan “internet bond” (sUSDe) di atas Ethereum yang menjaga kestabilan lewat strategi delta‑hedging di pasar derivatif, bukan lewat cadang...

Harga$0.08
Market cap$817.54M
Dominasi pasar0.04%
Supply beredar9.83B
Supply maksimum15B
Perubahan 24 jam-2.15%
Dalam analisis

Tujuan Proyek

Ethena (ENA) adalah token tata kelola untuk protokol Ethena, sebuah sistem “synthetic dollar” (USDe) dan “internet bond” (sUSDe) di atas Ethereum yang menjaga kestabilan lewat strategi delta‑hedging di pasar derivatif, bukan lewat cadangan kas di bank. Dari sudut syariah, struktur dasarnya sangat sarat unsur derivatif, funding fee, dan mekanisme mirip bunga sehingga dinilai tidak sesuai syariah (haram atau sangat syubhat berat) oleh sejumlah analis fiqh kripto. Ethena dibangun untuk menyediakan dollar kripto natif (USDe) yang tidak bergantung pada sistem perbankan tradisional (tidak seperti USDT/USDC yang menyimpan kas/obligasi di bank), dengan cara menahan aset kripto (terutama ETH/staked ETH) dan membuka posisi short perpetual futures untuk mengunci nilai dolar. Tujuan utamanya adalah menciptakan uang digital stabil, tahan sensor, dan dapat diskalakan untuk DeFi, serta menyediakan “internet native bond” (sUSDe) yang memberi imbal hasil dari funding fee/futures dan yield on‑chain. Dengan demikian, Ethena ingin menggantikan stablecoin berbasis bank dengan “synthetic dollar berbasis derivatif”, lalu ENA dipakai untuk mengatur risk parameter, jenis collateral, integrasi, dan insentif ekosistem.

Produk / Layanan

USDe – Synthetic Dollar

  • USDe adalah stablecoin sintetis yang menarget 1 USD, dicetak dengan mendepositkan aset kripto (misalnya ETH, LST seperti stETH) lalu protokol membuka posisi short perpetual futures di CEX/derivatives venues untuk membuat portofolio delta‑netral.
  • Jika harga ETH naik, posisi short untung; jika harga turun, nilai collateral berkurang tapi short rugi – kombinasi dua sisi ini diatur agar ekuitas bersih tetap sekitar 1 USD per USDe. sUSDe – “Internet Bond”
  • sUSDe adalah versi “staked” USDe yang menerima imbal hasil dari:
  • Funding fee dari posisi short perpetual (menerima funding dari trader long),
  • Yield dari aset kripto yang jadi collateral (misal staking yield LST),
  • Pendapatan lain dari strategi delta‑hedging.
  • Ethena menyebut sUSDe sebagai “internet bond”, yaitu instrumen tabungan/saving global berbasis DeFi dengan imbal hasil variabel namun diposisikan sebagai alternatif rekening dolar berbunga. Peran ENA di ekosistem
  • Governance: ENA adalah token tata kelola; pemegangnya dapat mengatur parameter penting seperti jenis collateral yang diterima, leverage, strategi hedging, integrasi baru, dan komite risiko (Risk Committee) melalui voting.
  • Incentives: ENA dapat digunakan untuk insentif likuiditas dan reward bagi pengguna awal, LP, dan mitra dalam ekosistem.

Semua berjalan di atas Ethereum sebagai ERC‑20 (USDe, sUSDe, ENA).

Tokenomics

  • Jenis token: ERC‑20 governance & incentive token di Ethereum.
  • Total supply: 15 miliar ENA (fix ed di genesis).
  • Circulating supply (akhir 2025): sekitar 6,35 miliar ENA (±42% dari total).
  • Market cap: sekitar 2–2,2 miliar USD (harga ±0,27–0,33 USD/ENA, peringkat top 60 global).
  • FDV: sekitar 5 miliar USD. Distribusi & alokasi (garis besar) Menurut riset Binance dan sumber lain:
  • Alokasi ke:
  • Tim & investor awal (vesting beberapa tahun).
  • Treasury komunitas & ekosistem (insentif, airdrop, liquidity mining).
  • Pengguna awal USDe/sUSDe & mitra integrasi. ENA tidak memberikan klaim legal atas kas atau pendapatan perusahaan, tetapi bisa mencerminkan value protokol jika adopsi USDe/sUSDe berkembang dan governance memberi nilai tambah (misalnya lewat fee capture di masa depan).

Underlying Asset

ENA adalah token tata kelola dan insentif, tanpa underlying fisik atau klaim langsung atas aset protokol:

  • Tidak didukung kas, obligasi, atau aset tertentu; nilainya murni pasar + harapan terhadap masa depan Ethena.

  • Fungsi utamanya:

  • Hak suara dalam governance (risk parameter, collateral, integrasi).

  • Insentif (rewards bagi partisipan ekosistem). Underlying utama di protokol Ethena justru ada pada USDe & sUSDe, yang bertumpu pada:

  • Collateral kripto on‑chain (ETH, LST, dsb.).

  • Posisi short perpetual futures dan derivatif lain untuk delta‑hedging. Dengan kata lain, ENA adalah token governance dari sebuah protokol yang dasar operasionalnya sangat erat dengan pasar derivatif, shorting, dan funding fee.

Trading Mekanisme

Di tingkat protokol, Ethena sendiri tidak menyediakan margin/leverage untuk ENA; ia fokus pada stablecoin & bond (USDe/sUSDe). Di pasar sekunder:

  • ENA diperdagangkan di berbagai CEX (Binance, Bybit, Coinbase, OKX, dsb.) dan DEX (Uniswap, dsb.).
  • Volume harian ratusan juta USD; likuiditas cukup dalam.
  • Banyak CEX menyediakan perpetual futures ENA dengan leverage tinggi, sehingga membuka ruang spekulasi harga ekstrem. Dari perspektif fiqh, spot trading ENA dan derivatives trading ENA harus dibedakan:
  • Spot = jual‑beli aset digital.
  • Futures/margin = sering melibatkan pinjaman berbunga dan kontrak derivatif non‑delivery, yang sangat dekat dengan riba & maisir.

Gharar / Spekulasi

Transparansi & struktur

  • Dokumentasi Ethena (docs.ethena.fi) dan ringkasan whitepaper menjelaskan dengan jelas bahwa:
  • USDe dijaga peg‑nya melalui posisi short perpetual futures (delta‑neutral).
  • sUSDe memberi imbal hasil dari funding fee, yield collateral, dan mekanisme lain.
  • ENA adalah governance token.
  • Secara struktur teknis, informasi cukup transparan – tidak ada gharar karena ketidaktahuan struktur, namun jenis kegiatan keuangannya sendiri yang bermasalah bagi syariah. Tingkat spekulasi
  • ENA tergolong high‑beta DeFi token:
  • Sangat sensitif terhadap sentimen stablecoin sintetis, yield DeFi, dan regulasi derivatif.
  • Harganya pernah mencapai ATH sekitar 1,3 USD lalu turun signifikan.
  • Banyak trader menggunakan ENA untuk spekulasi jangka pendek, termasuk via futures ber‑leverage. Ini makin memperkuat unsur maisir jika tidak diiringi pemahaman dan niat investasi yang sah.

Tim & Governance

  • Ethena dikembangkan oleh Ethena Labs, tim DeFi yang berfokus pada desain stablecoin sintetis dan produk hasil (yield).
  • Tim menggandeng advisory & mitra derivatif (bursa, prime brokers) untuk mengelola strategi hedging dan akses ke pasar futures.

Governance ENA

  • ENA memfasilitasi governance terhadap:
  • Parameter risiko (leverage, collateral haircuts, exposure per venue).
  • Penetapan jenis collateral baru.
  • Pembentukan dan pemilihan Risk Committee dan komite lain dua kali setahun.
  • ENA holder bisa meng‑delegasikan suara ke pihak yang dianggap ahli untuk mengelola risiko protokol. Namun, secara praktis:
  • Alokasi awal ke tim & investor, plus treasury, berarti kekuasaan signifikan ada di tangan pihak‑pihak ini pada fase awal.
  • Dari sisi etika/syariah, governance ini mengelola protokol yang basis pendapatannya dari derivatif dan funding fee, sehingga meski governance transparan, objek yang digovernance‑kan sendiri problematis.

Kesimpulan

Secara fikih kontemporer, Ethena (ENA) Penilaian lembaga & ulama Beberapa analis dan lembaga

Sumber Status
Sharlife Haram ❌
Cryptoummah Unavailable
islamicfinanceguru Haram ❌
Crypto Islam Haram ❌