← Kembali ke Screening Coin

#4509 · EOS

EOS

Status screening

Halal

EOS adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai “operating system for dApps” dengan arsitektur yang memungkinkan skalabilitas vertikal & horizontal, biaya transaksi sangat rendah, dan pengalaman developer mirip sistem operasi (accou...

Harga$0.06
Market cap$0
Dominasi pasar0.00%
Supply beredar0
Supply maksimum2.1B
Perubahan 24 jam+0.32%
Dalam analisis

Tujuan Proyek

EOS adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai “operating system for dApps” dengan arsitektur yang memungkinkan skalabilitas vertikal & horizontal, biaya transaksi sangat rendah, dan pengalaman developer mirip sistem operasi (account, permission, DB, scheduling) di atas konsensus Delegated Proof‑of‑Stake (DPoS). Whitepaper EOS.IO menjelaskan bahwa EOS dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan blockchain generasi awal (Bitcoin, Ethereum awal) yang lambat, mahal, dan sulit diskalakan untuk dApps masif. Tujuan utamanya:

  • Menyediakan platform dApp berskala jutaan transaksi per detik dengan latency rendah dan biaya hampir nol bagi pengguna.
  • Menciptakan arsitektur blockchain yang menyerupai sistem operasi: menyediakan akun, otentikasi, database, komunikasi asynchronous, dan penjadwalan aplikasi di banyak core/cluster. EOS ditujukan sebagai infrastruktur bagi aplikasi sosial, game, DeFi, supply chain, dan enterprise, dengan fokus pada UX (user hampir tidak bayar fee) dan fleksibilitas upgrade on‑chain melalui governance.

Produk / Layanan

EOS Network (L1 dApp platform)

  • EOS.IO software & EOS mainnet: Software open‑source yang menjalankan blockchain EOS, dengan fitur: account multi‑signature, permission granular, resource management (CPU/NET/RAM), dan smart contract berbasis WebAssembly (WASM, C++).
  • High throughput & low fees: Desain DPoS dan arsitektur OS‑like memungkinkan throughput tinggi (ribuan tx/s) dan biaya user nyaris nol; resource dibiayai melalui staking & leasing (bukan fee per tx konvensional). Resource model (CPU/NET/RAM, EOS REX)
  • Pengguna & dApps membutuhkan CPU/NET (bandwidth) dan RAM (storage state) untuk menjalankan transaksi.
  • Resource diperoleh dengan staking EOS atau menyewa melalui EOS REX (Resource Exchange), sebuah pasar on‑chain tempat pemilik EOS dapat menyewakan resource kepada pengguna lain dan menerima imbalan. Ekosistem dApps
  • EOS digunakan untuk:
  • dApps sosial & game,
  • DeFi & NFT (meski kalah populer dibanding Ethereum/BNB/Solana),
  • Aplikasi enterprise yang mencari biaya rendah & throughput tinggi. EOS fokus sebagai platform infrastruktur, bukan sebagai token utilitas kosong.

Tokenomics

Token EOS

  • Jenis: Native token EOS di jaringan EOS mainnet.

  • Total supply: Sekitar 1,05 miliar EOS (setelah inflasi & pembakaran tertentu; angka awal 1 miliar dari ICO 2017).

  • Circulating supply (Des 2025): ±1,13 miliar EOS (sebagian besar sudah beredar; tergantung data CMC terbaru).

  • Market cap: Sekitar 180–220 juta USD (harga ±0,16–0,20 USD/EOS, peringkat di luar top 70–100). Emisi & inflasi

  • EOS menggunakan inflasi protokol untuk membayar Block Producers (BP) dan fund ekosistem (sebelumnya 5%/tahun, kemudian diturunkan melalui governance; beberapa proposal mengurangi/meniadakan inflasi ekosistem).

  • Saat ini inflasi relatif rendah dan sebagian dapat diarahkan ke REX dan ekosistem; detail terkini mengikuti hasil voting governance. Distribusi awal & ICO

  • EOS melakukan ICO besar 2017–2018 (sekitar $4 miliar) dengan 1 miliar EOS didistribusikan kepada peserta.

  • Distribusi awal ke:

  • Investor publik (ICO),

  • Block.one (perusahaan pengembang awal EOSIO),

  • Treasury & ekosistem (grants, pengembangan). Utility EOS

  • Staking untuk resource: Mendapat CPU/NET dan voting power.

  • Voting Block Producers (DPoS): EOS = suara untuk memilih 21 BP utama.

  • Partisipasi di REX: Menyewakan resource dan menerima imbalan dalam EOS/fee.

  • Medium of exchange: Digunakan dalam dApps DeFi/NFT di ekosistem EOS.

Underlying Asset

EOS adalah utility & governance token untuk EOS Network:

  • Tidak didukung emas, fiat, atau aset fisik.
  • Tidak memberikan hak ekuitas atas Block.one/EOS Network Foundation.
  • Nilai EOS timbul dari:
  • Permintaan staking resource & voting,
  • Kebutuhan token di dApps ekosistem (DeFi, NFT, game),
  • Ekspektasi pasar atas penggunaan EOS sebagai platform dApps berbiaya rendah. Dari perspektif fiqh, ini mirip ETH, ADA, dll.: aset digital non‑productive (tidak ada cashflow otomatis), tetapi punya fungsi utilitas di jaringan.

Trading Mekanisme

Di level protokol

  • Protokol EOS hanya menyediakan:

  • Konsensus DPoS,

  • Smart contract WASM,

  • Resource & REX.

  • Tidak ada margin/leverage/futures bawaan; hal itu muncul di CEX/DeFi pihak ketiga. Di bursa

  • CEX: EOS diperdagangkan di Binance, Coinbase, OKX, KuCoin, Gate, Bybit, dll. dengan pasangan EOS/USDT, EOS/USD, EOS/BTC, dsb.

  • Volume: Puluhan juta USD per hari, meski lebih kecil dibanding puncak 2018–2021.

  • Banyak CEX menawarkan perpetual futures EOS dengan leverage tinggi. Implikasi syariah:

  • Spot trading EOS = jual‑beli aset digital; secara umum dapat dianggap boleh.

  • Margin/futures EOS = mengandung pinjaman berbunga dan kontrak derivatif non‑delivery → sangat dekat dengan riba & maisir → sebaiknya dihindari.

Gharar / Spekulasi

Transparansi

  • Whitepaper teknis (EOS.IO Technical White Paper v2) menjelaskan: arsitektur OS‑like, DPoS, account/permission, dan model resource dengan cukup rinci.
  • EOS Network website menjelaskan visi “high‑performance blockchain for scalable dApps” dan evolusi governance.
  • Data harga, supply, inflasi, dan voting BP tersedia di explorer & CMC. Secara struktural, akad terkait EOS (staking, voting, resource leasing) tidak mengandung ketidakjelasan besar.

Volatilitas & risiko

  • EOS pernah menjadi top‑5 market cap pada awal 2018, tetapi sejak itu turun tajam; harga kini jauh di bawah ATH.
  • Risiko utama:
  • Kompetisi L1/L2 lain (Ethereum, Solana, Avalanche, dll.).
  • Kontroversi lama terkait Block.one & penggunaan dana ICO (dampak reputasi).
  • Aktivitas dApps di EOS tidak sekuat jaringan pesaing. Walaupun harga volatil, ini sifat umum kripto – bukan gharar khusus. Gharar & maisir lebih muncul bila investor memperlakukan EOS sebagai objek spekulasi murni (pump & dump, leverage).

Tim & Governance

Pengembang & evolusi

  • EOSIO awalnya dikembangkan oleh Block.one (dipimpin Dan Larimer & Brendan Blumer).

  • Seiring waktu, kepemimpinan jaringan beralih lebih banyak ke EOS Network Foundation (ENF) dan komunitas BP, sedangkan Block.one dikritik karena tidak memenuhi ekspektasi pengembangan. DPoS Governance

  • Delegated Proof‑of‑Stake (DPoS):

  • Pemegang EOS memilih 21 Block Producers (BP) utama dan sejumlah standby BP.

  • BP bertanggung jawab memproduksi blok, memverifikasi transaksi, dan menjalankan upgrade protokol.

  • Voting berbasis stake:

  • Suara proporsional terhadap jumlah EOS yang di‑stake.

  • Ini menciptakan risiko plutokrasi (whale & exchange bisa mengontrol pemilihan BP) dan potensi kartel di antara BP. Dari sisi syariah & etika:

  • Governance relatif transparan dan berbasis partisipasi pemegang token.

  • Risiko utama adalah konsentrasi kekuasaan di minoritas pemegang besar, tetapi ini isu tata kelola umum di banyak PoS/DPoS.

Kesimpulan

Secara fikih kontemporer, EOS (EOS) Penilaian lembaga

Sumber Status
Sharlife Halal ✅
Cryptoummah Halal ✅
islamicfinanceguru Halal ✅
Crypto Islam Halal ✅