Tujuan Proyek
Artificial Superintelligence Alliance (FET, ex‑Fetch.ai) adalah token AI yang menjadi “mata uang” untuk jaringan agen AI otonom yang bisa melakukan tugas seperti booking tiket, trading, mengelola data, dan saling bertransaksi di atas infrastruktur blockchain Fetch.ai. Fetch.ai awalnya dirancang untuk membangun ekonomi digital baru berbasis Autonomous Economic Agents (AEA): software agent pintar yang mewakili individu, bisnis, atau perangkat IoT dan bisa bernegosiasi, berkolaborasi, dan bertransaksi sendiri. Whitepaper menyatakan visi untuk menggabungkan AI + multi‑agent systems + blockchain sehingga agen‑agen ini dapat mengoptimalkan sistem kompleks seperti logistik, energi, mobilitas, dan keuangan tanpa perantara terpusat. Pada 2024–2025, Fetch.ai bergabung dengan SingularityNET dan Ocean Protocol membentuk Artificial Superintelligence Alliance (ASI), sehingga token FET menjadi token gabungan untuk aliansi AI ini (nama on‑chain masih FET di banyak exchange). Tujuan aliansi: membangun ekosistem AI terbuka, di mana model, data, dan agen AI bisa di‑monetize dan di‑orchestrate secara terdesentralisasi, bukan dikontrol Big Tech.
Produk / Layanan
Jaringan & Agen AI
- Autonomous Economic Agents (AEA): Agen perangkat lunak yang mewakili user/perusahaan/perangkat, bisa: mencari peluang, bernegosiasi harga, mengeksekusi transaksi, dan berkoordinasi dengan agen lain.
- Open Economic Framework (OEF): Layer yang menghubungkan agen dengan data, layanan, dan infrastruktur; menyediakan discovery, reputasi, dan “pasar” di mana agen bisa menemukan satu sama lain.
- Fetch.ai network / ledger: Smart ledger yang menggabungkan konsensus cepat, smart contract, dan elemen “useful proof‑of‑work (μPoW)” untuk membangun kepercayaan dan insight pasar seiring penggunaan. Use case utama (contoh)
- Mobilitas & logistik: Agen yang mengoptimalkan rute, parkir, pengiriman barang dengan memanfaatkan data real‑time (lalu lintas, cuaca, permintaan).
- DeFi & perdagangan: Agen trading yang mengelola order secara otomatis di DEX/CEX berdasarkan preferensi pengguna.
- Kehidupan sehari‑hari: “Personal AI” (versi baru Fetch.ai) yang bisa memesan tiket pesawat, restoran, mengatur kalender, dan mengelola langganan. Semua ini dijalankan di atas infrastruktur Fetch.ai dan aliansi ASI, dengan FET sebagai token utilitas.
Tokenomics
Token & rebranding
Nama token: FET (sekarang mewakili Artificial Superintelligence Alliance; di banyak listing tetap ditulis sebagai FET).
FET adalah ERC‑ 20 (dan di beberapa chain lain via bridge) yang akan menjadi token utama gabungan Fetch.ai + AGIX + OCEAN. Supply & pasar (Des 2025)
Max supply FET (setelah merger): sekitar 2,63 miliar FET (mewakili gabungan supply dari proyek aliansi).
Circulating supply: ±1,7 miliar FET (angka tepat bisa berubah seiring migrasi AGIX/OCEAN ke FET).
Market cap: sekitar $410 juta USD (harga ±$0,24/FET, peringkat ±#80 global). Distribusi awal (versi Fetch.ai)
Token sale awal (ICO/IEO) + alokasi untuk:
Tim & foundation,
Investor awal,
Community & ecosystem (staking reward, grant, insentif).
Dokumen token overview menunjukkan:
Sekitar 52,7% untuk sale & liquidity,
23% untuk tim & founders (vesting),
Sisanya untuk advisors & future release (no sooner than 12 bulan pasca TGE dan bertahap 5 tahun). Utility FET
Pembayaran transaksi: Gas/fee di jaringan Fetch.ai dan layanan ekosistem ASI.
Akses resource & layanan: Agen AI menggunakan FET untuk mengakses data, model AI, kapasitas compute, dan layanan lain di network.
Reward & insentif: Node, agen, dan kontributor jaringan menerima FET sebagai reward atas kontribusi (compute, data, layanan). FET tidak inflasioner tanpa batas; supply relatif tetap setelah seluruh jadwal unlock selesai.
Underlying Asset
FET adalah utility token untuk ekosistem AI/agen Fetch.ai–ASI, tanpa underlying fisik atau klaim ekuitas perusahaan. Fungsinya:
“Tiket” ke ekonomi AI: Agen perlu FET untuk melakukan aktivitas (akses data, infrastruktur, model AI).
Medium of exchange: FET digunakan sebagai alat bayar antara pihak yang menyediakan data/model/compute dengan pihak yang menggunakannya.
Incentive alignment: Kontributor jaringan berhitung bahwa makin besar pemakaian jaringan, makin bernilai FET yang mereka pegang. Nilai FET bergantung pada:
Seberapa banyak agen/AI yang benar‑benar memakai jaringan,
Permintaan atas layanan AI & data,
Ekspektasi pasar terhadap aliansi ASI sebagai “layer AI terdesentralisasi”.
Trading Mekanisme
Di level protokol, Fetch.ai/ASI hanya menyediakan ledger, agen AI, dan pasar data/layanan – tidak menyediakan margin/leverage native. Di level pasar:
- FET diperdagangkan di CEX besar (Binance, Coinbase, KuCoin, Bybit, Gate, dll.) dengan pasangan FET/USDT, FET/USD, dan lain‑lain.
- Volume harian puluhan juta USD, cukup likuid untuk trading aktif.
- Banyak CEX menyediakan perpetual futures FET dengan leverage (hingga 10–50x), yang meningkatkan potensi spekulasi tinggi. Dari sisi syariah:
- Spot trading FET (tanpa pinjaman, tanpa leverage) berada di ranah jual‑beli aset digital.
- Margin/futures yang melibatkan bunga pinjaman atau funding rate reguler berpotensi mengandung riba & maisir dan sebaiknya dihindari.
Gharar / Spekulasi
Transparansi
- Whitepaper & economic paper menjelaskan konsep agen otonom, desain marketplace digital, dan fungsi token FET secara cukup rinci.
- Fetch.ai dan ASI menyediakan dokumentasi, repositori kode, dan roadmap publik, sehingga struktur dasar proyek cukup transparan. Volatilitas & risiko spekulasi
- FET (sekarang token ASI) sangat sensitif terhadap hype AI, pengumuman kemitraan, gugatan hukum (misal kasus terhadap Ocean karena penjualan besar FET), dan sentimen pasar kripto secara umum.
- Harga historis menunjukkan lonjakan tajam saat bull AI 2023–2024 dan koreksi tajam setelahnya – indikasi volatilitas tinggi. Gharar di level protokol
- Dari sisi desain, akad dan fungsinya jelas: token utilitas untuk layanan AI/agen, bukan skema imbal hasil tetap atau klaim utang.
- Risiko yang ada lebih bersifat:
- Risiko bisnis (apakah adopsi agen AI benar‑benar terjadi),
- Risiko teknis (keamanan agen, manipulasi pasar data),
- Bukan gharar batil yang menyamarkan hak/kewajiban dasar. Namun, bila FET diperdagangkan murni sebagai objek spekulasi jangka pendek dengan leverage tanpa memahami proyek, aktivitas tersebut cenderung masuk wilayah maisir.
Tim & Governance
Tim inti & organisasi
- Fetch.ai didirikan oleh Humayun Sheikh (CEO, ex‑early investor DeepMind) dan tim ilmuwan AI/ML, distributed systems, dan ekonomi.
- Aliansi ASI menyatukan tim dari Fetch.ai, SingularityNET (dipimpin Ben Goertzel), dan Ocean Protocol, membentuk kolektif AI terdesentralisasi dengan latar belakang kuat di AI, kripto, dan data. Governance
- Sebelum aliansi, governance Fetch.ai melibatkan:
- Foundation Fetch.ai,
- Komunitas developer & pengguna,
- Mekanisme voting berbasis token untuk sejumlah keputusan (misalnya insentif program).
- Setelah pembentukan ASI, roadmap governance mencakup:
- Model multi‑stakeholder (tim tiga proyek, komunitas, mitra),
- Potensi voting on‑chain berbasis FET untuk arah ekosistem AI & treasury. Risiko governance:
- Konsentrasi token pada tim & investor awal (Fetch.ai, SingularityNET, Ocean) bisa memberi mereka “suara” besar dalam voting, meski proyek bersifat open‑source.
- Bagi investor Muslim, penting memantau transparansi treasury dan kebijakan alokasi insentif.
Kesimpulan
Secara fikih kontemporer, Artificial Superintelligence Alliance (FET) Beberapa lembaga & analis
| Sumber | Status |
|---|---|
| Sharlife | Syubhat ⚠️ |
| Cryptoummah | Halal ✅ |
| islamicfinanceguru | Halal ✅ |
| Crypto Islam | Halal ✅ |