← Kembali ke Screening Coin

#44 · AAVE

Aave

Status screening

Haram

Aave adalah protokol liquidity DeFi yang bersifat terdesentralisasi dan non-kustodial. Artinya, pengguna bisa menyimpan (men- supply ) aset kripto ke dalam protokol untuk mendapatkan imbal hasil ( yield ), dan pengguna lain dapat meminja...

Harga$85.8
Market cap$1.32B
Dominasi pasar0.06%
Supply beredar15.42M
Supply maksimum
Perubahan 24 jam-1.35%
Dalam analisis

Tujuan Proyek

Aave adalah protokol liquidity DeFi yang bersifat terdesentralisasi dan non-kustodial. Artinya, pengguna bisa menyimpan (men- supply ) aset kripto ke dalam protokol untuk mendapatkan imbal hasil ( yield ), dan pengguna lain dapat meminjam aset tersebut dalam bentuk pinjaman yang dijamin dengan agunan berlebih ( overcollateralized loans ). Proyek ini didirikan oleh Stani Kulechov, pengusaha asal Finlandia, pada tahun 2017 dengan nama awal EthLend menggunakan model peer-to-peer lending. Pada tahun 2020, Aave beralih ke model pool-based lending (terinspirasi dari Compound), di mana likuiditas dikumpulkan dalam satu pool sehingga lebih mudah diskalakan dan lebih berkelanjutan. Filosofi utama Aave adalah “ democratizing financial access ” – membuka akses layanan keuangan mirip perbankan tanpa memerlukan izin dari perantara (bank, lembaga keuangan, dsb.). Siapa pun yang memiliki aset kripto dapat: menyimpan aset untuk memperoleh imbal hasil, atau mengakses pinjaman kripto dengan memberikan agunan. Token AAVE berfungsi sebagai:

  • token tata kelola ( governance token ), dan

  • mekanisme insentif bagi pengguna dan pihak yang menjaga protokol. Pemegang AAVE memiliki hak suara untuk:

  • mengatur parameter protokol,

  • kebijakan manajemen risiko, dan

  • alokasi dana kas protokol ( treasury ). Saat ini Aave telah berkembang menjadi semacam “ DeFi supermarket ” dengan ekosistem yang meliputi:

  1. Protokol lending inti,
  2. Stablecoin GHO,
  3. Lens Protocol (jaringan sosial Web3),
  4. Family Wallet (dompet Web3), dan
  5. Perusahaan induk Avara. Tujuan jangka panjang Aave adalah membangun infrastruktur kredit terdesentralisasi yang:
  • mampu menampung dana deposito hingga skala miliaran dolar,

  • tetap aman dan efisien,

  • dan dikendalikan secara kolektif oleh komunitas pemegang AAVE melalui tata kelola terdesentralisasi.

Produk / Layanan

Aave menyediakan ekosistem DeFi yang cukup lengkap, dengan beberapa produk utama berikut: a. Core Lending Protocol (Aave V3)

  • Supply Markets: Pengguna dapat menyetor aset kripto (misalnya ETH, stablecoin, dan token lain) ke dalam protokol. Sebagai gantinya, mereka menerima aTokens yang mewakili klaim atas dana di pool dan bunga yang dihasilkan.
  • Borrow Markets: Pengguna lain dapat meminjam aset dari pool dengan memberikan agunan (collateral) yang nilainya lebih besar dari jumlah pinjaman ( overcollateralized ). Rasio pinjaman terhadap nilai agunan ( LTV

- loan-to-value ) biasanya berkisar 75–85% untuk aset yang dianggap relatif aman. Peminjam membayar bunga dengan suku bunga yang bisa bersifat: variable rate (mengambang), atau stable rate (cenderung stabil).

  • Ragam Collateral: Aave mendukung lebih dari 100 aset kripto di berbagai jaringan blockchain seperti Ethereum, Arbitrum, Optimism, Polygon, Avalanche, Base, dan lain-lain.
  • Mekanisme Likuidasi: Jika posisi pinjaman menjadi berisiko (misalnya nilai agunan turun sehingga Health Factor jatuh di bawah 1), posisi tersebut dapat dilikuidasi. Pihak pelikuidasi mendapat insentif berupa

“bonus likuidasi”. Mekanisme ini menjaga agar protokol tetap solven (tidak tekor).

  • Integrasi Real-World Assets (RWA) Aave sedang mengembangkan inisiatif untuk mengintegrasikan aset dunia nyata yang ditokenisasi (seperti obligasi, surat berharga, atau real estate) sebagai agunan di DeFi, sehingga jembatan antara keuangan tradisional dan DeFi makin kuat. b. Model Suku Bunga
  • Suku Bunga Dinamis Aave menyediakan opsi suku bunga variabel dan stabil. Besarnya suku bunga ditentukan secara algoritmis berdasarkan: tingkat pemanfaatan ( utilization ratio ), perbandingan antara jumlah dana yang disetor dan yang dipinjam.
  • Reserve Factor Sebagian pendapatan protokol dialirkan ke treasury sebagai cadangan dan sumber daya untuk keberlanjutan protokol (dalam V4, rencananya akan ada reserve factor yang dinamis).
  • Efficiency Mode (E-Mode): Untuk pasangan aset yang saling berkorelasi tinggi (misalnya stETH dan ETH), Aave menyediakan e-mode yang memungkinkan rasio LTV lebih tinggi. Ini meningkatkan efisiensi penggunaan modal karena risiko dinilai lebih terkendali. c. Infrastruktur Multi-Chain
  • Aave Governance V3: Tata kelola lintas rantai ( cross-chain governance )

memungkinkan pemungutan suara dilakukan di jaringan dengan biaya lebih murah (Polygon, Avalanche), sementara saldo AAVE tetap disimpan di Ethereum mainnet.

  • Portal Technology: Teknologi yang memungkinkan perpindahan likuiditas lintas rantai secara lebih lancar, sehingga deposit/penarikan di beberapa chain dapat saling terhubung. d. GHO Stablecoin
  • Stablecoin USD Terdesentralisasi: GHO adalah stablecoin USD yang diterbitkan oleh protokol Aave dan didukung agunan berlebih ( overcollateralized ). Mekanisme E-mode membantu meningkatkan efisiensi penggunaan agunan.
  • Pengguna dapat mencetak GHO berdasarkan persentase tertentu dari nilai agunan yang mereka setorkan di Aave.
  • Pendapatan dari stability fee GHO mengalir kembali ke ekosistem, sehingga menjadi sumber nilai tambahan. e. Lens Protocol (Web3 Social)
  • Jaringan Sosial Web3 Lens adalah protokol media sosial terdesentralisasi di mana: konten dimiliki oleh pengguna, identitas dan hubungan sosial dapat di- tokenize , dan ada fitur-fitur ekonomi kripto (misalnya monetisasi hubungan sosial dan pengikut).
  • Lens diluncurkan pada 2022 dan diklaim menarik lebih dari 1 juta

pengguna aktif bulanan pada 2025. Avara menargetkan pendanaan Seri B untuk memperluas skala platform ini. f. Family Wallet

  • Dompet Web3 Non-Kustodial (Mobile-First) Family adalah dompet yang memudahkan pengguna mengakses protokol Aave dan berinteraksi dengan aplikasi on-chain.
  • Integrasi dengan Lens memungkinkan fitur sosial langsung di dalam dompet.
  • Dompet ini bersifat non-kustodial dan tidak mewajibkan KYC, sehingga siapa pun secara teknis bisa menggunakannya dari mana saja. g. Avara (Perusahaan Induk)
  • Dibentuk pada 2024 untuk menyatukan: Aave Labs, GHO Lens, dan Family Wallet
  • dalam satu struktur perusahaan induk berbasis di London.
  • Visi Avara adalah membangun ekosistem terpadu yang menggabungkan: DeFi (Aave),keuangan, danjejaring sosial Web3 (Lens),
  • sehingga bisa bersaing dengan pemain fintech tradisional.

Tokenomics

Token Utama: TAO Struktur Supply (14 November 2025):

  • Suplai beredar: 10.299.703 TAO (~49,05% dari maksimum).
  • Suplai maksimal: 21.000.000 TAO (tetap, seperti Bitcoin). Data Pasar (Rentang November 2025):
  • Kapitalisasi pasar: sekitar 3,27 – 3,9 miliar USD.
  • Harga: sekitar 317 – 390 USD per TAO.
  • Volume perdagangan 24 jam: sekitar 350,8 juta USD. Distribusi & Peluncuran:
  • Tidak ada pre-mine , ICO, maupun alokasi khusus untuk VC. Seluruh TAO didistribusikan melalui proses mining dan validasi.
  • Fair launch : Para pendiri ikut menambang dari genesis block , tanpa hak istimewa.
  • Opentensor Foundation (organisasi nonprofit yang mengelola protokol) tidak mendapat alokasi token khusus di awal, melainkan didukung oleh pertumbuhan ekosistem.

Jadwal Halving & Emisi (ringkas):

  • Sebelum H1: ○ Suplai total: 10.299.703 TAO ○ Imbalan blok: 1 TAO ○ Emisi harian: 7.200 TAO

  • H1 (10,5 juta TAO): 0,5 TAO/blok → 3.600 TAO/hari

  • H2 (15,75 juta TAO): 0,25 TAO/blok → 1.800 TAO/hari

  • H3 (18,375 juta TAO): 0,125 TAO/blok → 900 TAO/hari

  • H4 (19,6875 juta TAO): 0,0625 TAO/blok → 450 TAO/hari

  • ...

  • H12 (~20,994 juta TAO): imbalan sangat kecil (~1,76 TAO/hari), inflasi mendekati nol. Dinamika Inflasi:

  • Sebelum halving pertama: ±26% per tahun.

  • Setelah halving Desember 2025: ±13% per tahun.

  • Dalam jangka panjang, inflasi terus menurun dan kurva suplai menjadi mirip Bitcoin: semakin hari emisi makin kecil hingga hampir nol pada dekade 2060-an. Mekanisme Burn:

  • Sebagian biaya transaksi dibakar (dihancurkan), menciptakan tekanan deflasi ketika aktivitas jaringan tinggi.

  • Biaya pendaftaran subnet juga dapat dibakar, sehingga sedikit memperpanjang waktu menuju halving berikutnya. Fungsi Ekonomi TAO:

  • Jaminan staking bagi validator dan delegator untuk mengamankan jaringan dan mendapat imbalan.

  • Token tata kelola untuk pengambilan keputusan terkait protokol dan kas jaringan.

  • Biaya pembuatan subnet baru.

  • Jaminan untuk mencetak alpha token (α) di subnet, sehingga TAO menjadi dasar ekonomi seluruh ekosistem.

  • Digunakan sebagai biaya transaksi di jaringan.

Underlying Asset

TAO adalah token utilitas yang nilainya ditopang oleh aktivitas pasar AI terdesentralisasi dan nilai yang tercipta dari komputasi di jaringan.

Trading Mekanisme

TAO adalah token utilitas sekaligus tata kelola yang diperdagangkan di berbagai bursa tersentralisasi dengan likuiditas menengah hingga tinggi. a. Bursa Tersentralisasi (CEX)

  • Terdaftar di beberapa bursa besar seperti Binance, Coinbase, OKX, Bybit, Kraken, Gate.io, dan HTX.

  • Pasangan perdagangan utama: TAO/USDT, TAO/USDC, TAO/BTC.

  • Volume harian sekitar 350,8 juta USD (14 November 2025), menandakan adanya minat yang cukup besar termasuk dari institusi.

  • Harga bergerak di kisaran sekitar 317–390 USD (periode konsolidasi). b. Perdagangan Spot & Derivatif

  • Mendukung market order dan limit order seperti umumnya aset kripto lain.

  • Ada opsi P2P/OTC untuk transaksi besar.

  • Beberapa bursa menyediakan kontrak futures TAO dan produk berleverage, meski secara filosofi, protokol Bittensor tidak mendorong spekulasi berlebihan. c. Perdagangan On-Chain

  • TAO dapat dipindah dan digunakan dalam jaringan Subtensor.

  • Terdapat DEX berbasis AMM untuk memperdagangkan alpha token subnet (α) terhadap TAO.

  • Likuiditas di DEX umumnya lebih kecil dibanding CEX, sehingga lebih cocok untuk transaksi subnet token dalam jumlah relatif kecil.

Gharar / Spekulasi

Transparansi Protokol

Bittensor dan token TAO memiliki struktur yang transparan dan dapat diverifikasi:

  • Kode sumber terbuka di GitHub, bisa diaudit siapa saja.
  • Jadwal halving dan ambang suplai sudah diketahui dan bersifat deterministik.
  • Mekanisme Yuma Consensus terdokumentasi dan bisa diperiksa.
  • Aktivitas subnet, emisi, performa validator, dan rasio staking dapat dipantau secara real-time melalui dashboard seperti Taostats.
  • Tidak ada pre-mine tersembunyi; peluncuran bersifat fair launch. Volatilitas Harga
  • Harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sekitar 750 USD (awal 2024).
  • Harga terendah sekitar 50 USD (tahun 2023).
  • Harga saat ini (Nov 2025) sekitar 317–390 USD.
  • Pergerakan tahun 2025: naik dari sekitar 250 USD ke 390 USD (+56%).
  • Volatilitas 30 hari sekitar 15–20%, tergolong moderat untuk token AI dengan kapitalisasi menengah.
  • Menjelang halving 12 Desember 2025, harga cenderung konsolidasi.

Aktivitas On-Chain & Fundamental

  • Jumlah subnet aktif naik dari 32 menjadi 126 dalam 9 bulan setelah pembaruan dTAO (+269%).

  • Rasio staking 72%, salah satu yang tertinggi dibanding banyak blockchain L1 lainnya.

  • Suplai beredar sekitar 49,05%, sisanya akan diedarkan perlahan melalui halving selama beberapa dekade.

  • Emisi harian akan turun dari 7.200 menjadi 3.600 TAO setelah halving pertama.

  • Kapitalisasi pasar berada di kisaran 3,27–3,9 miliar USD.

  • Subnet mencakup banyak bidang nyata: deteksi penipuan, pelipatan protein, prediksi keuangan, dan lain-lain.

  • Ada dana institusional yang masuk (misalnya dana khusus subnet dan manajer aset seperti Yuma Asset Management).

  • Survei menunjukkan mayoritas pengguna cenderung menyukai AI yang terdesentralisasi dibanding AI yang dikendalikan perusahaan besar. Analisis Gharar (Ketidakpastian/Spekulasi) Indikator positif:

  • Transparansi tinggi, open-source , tanpa pre-mine , jadwal emisi jelas.

  • Aktivitas ekosistem yang kuat: pertumbuhan subnet, pengembang aktif, dan modal institusional.

Tim & Governance

Tim & Kepemimpinan Bittensor dikembangkan oleh Opentensor Foundation, organisasi nonprofit dengan latar belakang akademik dan teknis yang kuat.

Pendiri Inti:

  • Jacob Robert Steeves (Founder, CEO) ○ Latar belakang: Matematika & Ilmu Komputer (Simon Fraser University). ○ Pengalaman: riset machine learning , algoritma di perusahaan teknologi besar. ○ Keahlian: machine learning , komputasi terdistribusi, kriptografi. ○ Peran: visi strategis, arsitektur protokol, pengembangan ekosistem.
  • Ala Shaabana (Co-Founder, Chief Scientist) ○ Ph.D. Ilmu Komputer (McMaster University). ○ Pengalaman: pengembangan perangkat lunak dan riset akademik. ○ Keahlian: algoritma AI, machine learning , sistem terdistribusi. ○ Peran: arah riset, mekanisme validasi model, inovasi protokol.
  • Yuma Rao (Penulis Whitepaper, Pseudonim) ○ Identitas anonim, mirip konsep Satoshi Nakamoto di Bitcoin. ○ Peran: perancang awal protokol dan arsitek Yuma Consensus.
  • Garrett Oetken (Co-Founder)

○ Fokus di implementasi teknik dan pengembangan produk. Opentensor Foundation:

  • Didirikan Maret 2023.
  • Jumlah tim sekitar 40 orang (2025).
  • Bentuk organisasi: nonprofit, fokus membangun dan memelihara protokol Bittensor.
  • Tidak didanai VC dengan alokasi token khusus; para pendiri ikut menambang seperti komunitas.
  • Budaya: perpaduan antara ketelitian akademik dan kecepatan eksekusi ala startup. Model Governance Bittensor menggunakan model tata kelola dua kamar dengan tujuan desentralisasi progresif.
  • Senate–Triumvirate : struktur dua lapis untuk menyeimbangkan keahlian validator besar dan suara komunitas lebih luas.
  • Voting berbasis token : pemegang TAO dapat memberikan suara pada: ○ pembaruan protokol,

○ parameter ekonomi, ○ alokasi kas jaringan.

  • Validator : pihak dengan stake besar ikut dalam keputusan penting dan bertanggung jawab atas kualitas jaringan. Pembaruan dTAO (Februari 2025) dan Desentralisasi Sebelum dTAO, distribusi emisi lebih terpusat di Root Subnet yang dikontrol 64 validator terbesar. Setelah dTAO:
  • Setiap subnet memiliki alpha token (α) sendiri.
  • Harga α ditentukan pasar melalui AMM (DEX), sehingga alokasi emisi antar subnet bergantung pada permintaan pasar, bukan keputusan segelintir validator.
  • Pemilik TAO bisa stake di berbagai subnet dan mendapatkan α, sehingga pasar yang menilai subnet mana yang paling bernilai.
  • Hal ini mengurangi konsentrasi kekuasaan dan memperkuat desentralisasi. Delegasi & Partisipasi Komunitas
  • Pemilik TAO yang tidak menjalankan validator bisa mendelegasikan tokennya.
  • Delegasi dapat diubah kapan saja, sehingga ada persaingan sehat antar

validator.

  • Delegator berbagi hasil dengan validator, sehingga insentif selaras.
  • Dengan rasio staking 72%, partisipasi komunitas dalam keamanan jaringan cukup luas. Secara keseluruhan, Bittensor termasuk salah satu protokol AI yang paling terdesentralisasi, terutama setelah pembaruan dTAO.

Kesimpulan

Secara fikih kontemporer, Aave (AAVE) dianalisis sebagai berikut:

Indikator Pro-Halal (Secara Teknis):

  • TAO adalah aset digital yang nyata secara fiqh (ada kepemilikan, dapat dipindahkan, dapat diwariskan).
  • Protokol tidak mengandung riba bawaan. Imbalan staking berasal dari produktivitas jaringan (kontribusi komputasi dan kualitas model AI), bukan dari pinjaman berbunga.
  • Mekanisme protokol (Yuma Consensus, tokenomics, jadwal halving) bersifat transparan dan bisa diverifikasi di on-chain , sehingga mengurangi
Sumber Status