Peredaran USDC Mencapai US$73,3 Miliar pada Kuartal II 2026
Circle melaporkan kenaikan peredaran dan volume transaksi USDC, sementara pendapatan perusahaan masih sangat dipengaruhi hasil pengelolaan aset cadangan
Ringkasan
Circle melaporkan USDC senilai US$73,3 miliar beredar pada akhir kuartal kedua 2026, naik 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Volume transaksi USDC di jaringan blockchain selama kuartal tersebut disebut mencapai US$14,8 triliun, tumbuh 151 persen secara tahunan.
Pertumbuhan penggunaan stablecoin ini berjalan beriringan dengan ketergantungan bisnis Circle pada pendapatan dari aset cadangan. Dari total pendapatan dan reserve income sebesar US$701 juta, reserve income menyumbang US$668 juta. Angka tersebut penting dibaca bersama risiko suku bunga, likuiditas, dan permintaan penebusan yang dijelaskan perusahaan dalam laporannya.
Fakta utama
- USDC yang beredar pada akhir kuartal tercatat US$73,3 miliar, naik 19 persen secara tahunan.
- Volume transaksi onchain USDC mencapai US$14,8 triliun selama kuartal kedua, naik 151 persen secara tahunan.
- Total pendapatan dan reserve income mencapai US$701 juta; reserve income sendiri sebesar US$668 juta.
- Laba bersih dari operasi berkelanjutan dilaporkan US$48 juta dan adjusted EBITDA US$143 juta.
- Circle Payments Network mencapai volume transaksi tahunan terukur US$14,7 miliar dengan 175 institusi keuangan terdaftar.
- Circle mengingatkan adanya risiko penebusan serentak, gangguan pasar, ketergantungan pihak ketiga, serta perubahan regulasi.
Mengapa ini penting
Data ini menunjukkan stablecoin semakin dipakai sebagai infrastruktur pembayaran dan penyelesaian transaksi, bukan sekadar pasangan perdagangan aset kripto. Namun besarnya volume tidak otomatis menjelaskan kualitas setiap transaksi atau menjamin keamanan bagi seluruh pengguna.
Bagi pengguna, perhatian utama tetap tertuju pada kualitas dan pemisahan cadangan, hak penebusan, struktur biaya, perlindungan ketika penerbit gagal, serta kejelasan siapa yang menanggung kerugian operasional.
Perspektif nilai
Kestabilan nominal sebuah token tidak dengan sendirinya menyelesaikan persoalan akad dan sumber manfaatnya. Pengguna perlu membedakan fungsi alat bayar, penyimpanan nilai, agunan derivatif, dan produk yang menjanjikan imbal hasil. Setiap fungsi dapat memiliki konsekuensi berbeda terkait riba, ketidakjelasan hak, serta pembagian risiko.
Transparansi cadangan dan kemampuan menebus merupakan bagian dari amanah. Klaim “setara dolar” semestinya diuji melalui laporan yang dapat diverifikasi, bukan diterima hanya karena merek atau kapitalisasi pasarnya besar.
Sikap yang perlu dijaga
- Periksa laporan cadangan dan ketentuan penebusan terbaru sebelum menggunakan stablecoin.
- Pisahkan kebutuhan pembayaran dari dorongan spekulasi atau mengejar imbal hasil.
- Jangan menganggap izin perusahaan sebagai jaminan bahwa seluruh produk turunannya sesuai untuk setiap pengguna.
Sumber
Tulisan ini merupakan ringkasan editorial orisinal berdasarkan sumber di atas. Informasi dapat berkembang dan bukan rekomendasi investasi maupun penetapan hukum agama.


